Ulasan Film Horor “Qodrat” Menurut Perspektif Islam - Kuresensi.xyz

Bikin Hosting di Sini

Email Hosting

October 31, 2022

Ulasan Film Horor “Qodrat” Menurut Perspektif Islam

 


Qodrat – Charles Gozali

(Resensi oleh Fahmi Akbaril Khuluq)


Qodrat merupakan film yang mengusung genre film horor bernuansa religi. Film Qodrat sukses membuat kagum penonton layer kaca. Bahkan per Jumat 28 oktober dilansir dari laman Instagram Rapi Films, Film Qodrat telah disaksikan sebanyak 101 ribu penonton. Proses pembuatan film Qodrat melibatkan para tokoh agama, pegiat ruqyah, dan mengambil beberapa sumber rujukan seperti potongan ayat suci Al quran dan hadits-hadits pilihan karena film ini mengandung adegan ajaran menyimpang. Selain itu, film Qodrat mengambil referensi buku dari Rumah Quran. Semua sumber rujukan digunakan mulai dari proses pengembangan naskah sampai proses syuting film Qodrat.


Film ini menceritakan Ustadz yang dikenal mahir meruqyah, namun pada suatu momen Ustadz Qodrat gagal menyelamatkan anaknya. Ketika anaknya dirasuki iblis dan gagal diselamatkan sehingga kehilangan nyawa, Ustadz memutuskan kembali ke tempat dia mulai belajar di Pondok Hirakampuh, yang diasuh oleh Kyai Imron. Namun sesampainya di pondok pesantren, ia melihat pesantren yang telah berubah, dan merasa ada keanehan dari pesantren. Singkat cerita Qodrat kembali dipertemukan dengan iblis bernama Assuala, dalam adegan pertarungan iblis yang berhasil merasuki Yasmin bertarung dengan Qodrat. Alhasil Qodrat berhasil mengeluarkan roh dari tubuh Yasmin. Ia mengira sudah berhasil, namun ia diperlihatkan lagi sosok iblis yang menyerupai mendiang anaknya, yaitu Alif. Sontak Ustadz Qodrat mengeluarkan kembali roh jahat dari tubuh Alif. Sesudahnya menyelesaikan misi di Pondok Pesantren, Qodrat berpamitan ke kyai Imron untuk melanjutkan pencarian mencari Istri nya yang hilang.


Baca juga: Film Mencuri Raden Saleh: Boleh Ditonton, Tak Boleh Ditiru


Di tulisan ini, penulis mencoba mengambil hikmah yang bisa dipetik dari film Qodrat. Hikmah pertama, jadikan musibah ini diterima dengan lapang dada, bagaimana pun semua ciptaan adalah milik Allah dan pasti kembali. Sebagai contoh cuplikan film memperlihatkan adegan Ustadz sedang meruqyah anaknya sendiri yang dirasuki oleh iblis bernama Assuala, namun anaknya tidak bisa ditolong. Pada awalnya ustadz Qodrat belum mengikhlaskan kepergian anaknya, akibatnya ustadz Qodrat sampai terbawa mimpi hingga terbayang penyesalan. Dan pada akhir film tampak ustad Qodrat hampir mengulang kejadian yang sebelumnya, sampai terbawa mimpi. Namun yang menolongnya adalah berkat bantuan dari Yasmin dan Aisyah – anak Yasmin, dengan membacakan bacaan istighfar dan taawwudz membuat Ustadz Qodrat tersadar dari alam bawah sadar.


Hikmah kedua, waspadalah terhadap godaaaan setan yang tak kenal Lelah. Berbagai godaan iblis dan syaitan melalui berbagai cara yaitu menggoda mulai dari menyerupai wujud manusia, mendatangi manusia, dan menghasut manusia. Tujuan iblis adalah agar manusia kelak menemani iblis di neraka,  mengajak ke jalan yang sesat, dan melupakan ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Dalam firmannya Q.S 15:39,


قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغۡوَيۡتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٣٩

Terjemah :

Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, karena Engkau telah menyesatkanku, sungguh aku akan menjadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi dan sungguh aku akan menyesatkan mereka semua


Anak dari keluarga Yasmin yaitu Alif sedang mengobrol sendiri yang menurutnya Alif mengobrol dengan ayah almarhum, padahal itu adalah iblis yang menyerupai ayah almarhum, kemudian Iblis mengambil momentum merasuki Alif yang membuatt alif. Berikutnya  Ketika sahabat Qodrat sudah lama tidak menyentuh kitab suci, dan ia memutuskan untuk menyembah berhala dan melakukan ritual sesat.


Baca juga: Tasawuf Modern dan Pokok-Pokok Kebahagiaan


Hikmah ketiga, Al Quran merupakan solusi pencegahan dari sihir. Pencegahan yang dimaksud oleh penulis terdapat dalam firman Allah Q.S 17:82,


وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٞ وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارٗا ٨٢

 Terjemah :

Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin, sedangkan bagi orang-orang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.


Al Quran sebagai pencegah sihir secara tidak langsung dicontohkan oleh Ustadz Qodrat ketika melakukan pertolongan dengan metode ruqyah kepada masyarkat. Atas izin Allah, beliau menyembuhkan segala macam penyakit yang diderita masyarakat. Sayangnya sahabat Qodrat memilih jalan sesat. Sahabat Qodrat melakukan praktik penyembuhan sesat dengan keris yang dipakainya dan disertai bacaan-bacaan selayaknya dukun.


Itulah tiga hikmah yang perlu penulis sampaikan berdasarkan perspektif pribadi terhadap film yang disutradarai oleh Charles Gozali ini. Film horor hasil produksi Rapi Films ini masih bisa disaksikan di bioskop hingga 2 November 2022 nanti. Tentunya, jangan sampai anda tertinggal dan tak bisa menyaksikannya. Selamat menyaksikan.

No comments:

Post a Comment