Sekantong Kritik Untuk Film Pengabdi Setan 2 - Kuresensi.xyz

Bikin Hosting di Sini

Email Hosting

August 11, 2022

Sekantong Kritik Untuk Film Pengabdi Setan 2

 



Pengabdi Setan 2 – Joko Anwar

(Resensi oleh Firman Hardianto)

 

Atensi masyarakat terhadap film Pengabdi Setan 2 : Communion sungguh sangat besar. Film bergenre horror yang telah tayang di bioskop sejak 4 Agustus kemarin itu kabarnya telah ditonton sebanyak lebih dari 3 juta penonton (Viva.co.id, 2022). Sebagai sekuel lanjutan, tentu Pengabdi Setan 2 telah dinanti oleh penonton yang telah menunggu sejak film pertamanya – Pengabdi Setan, tayang pada 2017 lalu. Bahkan film pertamanya disaksikan oleh 4,2 juta penonton, sehingga tak heran jika atensi terhadap sekuel keduanya juga tinggi.


Sekuel pertama dan kedua film Pengabdi Setan disutradarai langsung oleh penulis ceritanya, Joko Anwar. Awal film kedua menampilkan Budiman Syailendra (sebagai wartawan senior surat kabar) yang dibawa secara paksa ke suatu tempat. Tempat yang dituju adalah Observatorium Bosscha yang berada di Lembang, Jawa Barat. Ternyata Budiman dibawa atas perintah dari temannya – pemeran kepala Polisi.


Baca juga: 5 Beasiswa Pelajar dan Mahasiswa Tahun 2022


Sekantong Kritik


Budiman diajak masuk ke sebuah ruangan di dalam observatorium yang berisi sekumpulan mayat yang diduga sebagai para korban penembakan misterius (petrus). Kepala Polisi meminta Budiman untuk menulis berita terkait dengan tragedi petrus secara rahasia. Permintaan penulisan berita rahasia ini dimaksudkan untuk tetap menjaga stabilitas politik tanah air karena tepat besoknya akan ada konferensi tingkat dunia.


Cerita utama horornya dirasakan oleh keluarga dari orang yang diduga sebagai pelaku petrus, Bahri Suwono. Bahri Suwono hidup di sebuah rusun bersama tiga anaknya yaitu Rini, Toni dan Bondi. Selanjutnya diketahui bahwa Bahri Suwono dan istrinya pernah bersekongkol dengan iblis bernama Raminom yang membuat keluarganya dihantui.


Sungguh, sebenarnya cukup disayangkan ketika melihat observatorium tertua di Asia Tenggara yang sarat akan perkembangan ilmu pengetahuan dijadikan setting dalam film horor. Hal ini dapat menimbulkan kesan horor dalam observatorium bagi para pengunjung. Saya justru membayangkan observatorium akan lebih cocok jika dijadikan setting film bergenre sci-fi. Atau setidaknya jika dimasukkan dalam film horor, jangan dijadikan spot utama untuk memasukkan kesan horornya.


Dalam Pengabdi Setan 2, Joko Anwar memasukkan kesan komedi pada beberapa adegan. Hal ini dapat menjadi kesan yang baik ataupun bisa juga justru buruk. Baiknya karena secara sempurna kesan komedi dimasukkan sehingga penonton dapat lebih menikmati film horor dengan selingan komedi seperti pada film horor Indonesia masa lampau sekaliber Setan Budeg (2009), Si Manis Jembatan Ancol (2019), dan lain-lain. Tetapi hal itu dapat mengurangi kesan horor maksimal yang dapat disajikan dalam film ini. Meski demikian, kesan horor – komedi ini murni hak prerogatif Joko Anwar selaku penulis naskah cerita.


Baca juga: Alan Turing; Jenius Pemecah Enigma


Selanjutnya, kesan teka-teki yang terlalu membingungkan membuat penonton yang belum merasakan Pengabdi Setan jilid 1 kurang dapat menikmati film. Sepertinya Pengabdi Setan 2 lebih fokus menyajikan kelanjutan dari sekuel pertamanya. Sehingga jika kalian menonton langsung sekuel 2 tanpa menonton film sebelumnya maka akan terasa bingung dengan jalan ceritanya. Jika anda ingin menonton Pengabdi Setan 2, sebaiknya tonton terlebih dahulu sekuel pertamanya supaya tidak kebingungan saat menonton. Kesan teka-teki ini dijelaskan oleh Joko Anwar karena sekual film tidak hanya sekali habis tetapi ada beberapa part (Pengabdi Setan 1 dan 2). Tentu jika dilihat, sangat memungkinkan adanya sekuel ketiganya karena masih ada bagian yang belum jelas.


Bagaimanapun, itu semua kritik murni sudut pandang saya sebagai penikmat film. Anda sebagai sesama penikmat film dapat memberikan kritik, pujian, atau masukkan sesuai dengan keinginan anda masing-masing. Kritik yang saat ini disampaikan pun merupakan salah satu bentuk bahwa saya menikmati sajian Joko Anwar dalam Pengabdi Setan 2.


Pengabdi Setan 2 Communion, sesuai disclaimernya di awal pembukaan film dapat disaksikan oleh penonton di atas usia 13 tahun. Bagaimanapun kritik yang saya sampaikan, Pengabdi Setan 2 tetap sangat layak ditonton karena penyajian cukup rapi. Beberapa adegan jumpscare ditampilkan sangat rapi sehingga kesan horornya tetap dapat dinikmati. Baiklah sebagai penutup, saya sangat menyarankan agar penonton tetap menonton film asli dan bukan bajakan sebagai penghargaan kepada para pembuat film. Dan jika ada yang ingin didiskusikan bisa disampaikan melalui kolom komentar.

No comments:

Post a Comment