Kumpulan Renungan Agar Tidak Salah Langkah - Kuresensi.xyz

Bikin Hosting di Sini

Email Hosting

August 4, 2022

Kumpulan Renungan Agar Tidak Salah Langkah


 

Cerita Pilu Manusia Kekinian – Edi AH Iyubenu

(Resensi oleh Firman Hardianto)


Kehidupan di dunia hanyalah tipu daya bagi manusia. Siapa yang pandai memahaminya, maka akan dapat melihat makna implisit yang terdapat di balik kehidupan. Namun sebagaimana tipu daya, maka tidak mengherankan jika kebanyakan manusia lebih banyak tertipu oleh daya upaya dunia dalam menguji manusia.


Bagaimana manusia dapat memahami makna tersembunyi yang ada dalam setiap peristiwa? Tentu tidak mudah. Namun jawaban atas pemahaman makna itu telah disampaikan melalui sumber qauliyah Islamiyah yaitu Al Quran, tepatnya surah Al-Alaq – surah yang pertama kali diwahyukan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Dalam ayat pertama surah Al-Alaq itu Allah berfirman dan memerintahkan manusia dengan kata “bacalah”. Makna perintah baca disini bukanlah tekstual membaca buku-buku di perpustakaan melainkan perintah untuk selalu berfikir, memahami, dan merenungi setiap peristiwa.


Baca juga: Resensi Buku Dunia Shopie; Pesona Filsafat


Edi dan Cerita Pilu


Nah, salah satu konteks perenungan ini dapat anda dalami dengan membaca buku Cerita Pilu Manusia Kekinian: Renungan-Renungan Sedih yang Dirasa Berharga untuk Merawat Hakikat Kemanusiaan Kita. Buku ini ditulis oleh Edi AH Iyubenu – seorang penulis berkebangsaan Indonesia tentunya dan beliau lahir di Sumenep, Jawa Timur. Karir Edi dalam dunia kepenulisan sudah ia mulai sejak 1996-an dengan pertama kali menerbitkan cerpen di koran Harian Kedaulatan Rakyat. Karir kepenulisannya yang panjang membawa Edi untuk tertarik dan mengembangkan bisnis publishing melalui DIVA Press Group.


Buku yang memiliki desain cover simple elegan ini merupakan kumpulan esai-esai Edi dalam bentang waktu cukup panjang. Sebagian besar esai-esai Edi telah dipublikasikan di berbagai media seperti Jawa Pos, Kedaulatan Rakyat, basabasi.com, mojok.co, jombloo.co, dan lainnya.


Esai-esai yang ia kumpulkan menjadi buku ini terkesan berbobot namun santai dan nyaman untuk dibaca. Pengalaman membaca buku Cerita Pilu Manusia Kekinian akan membuat anda memiliki insight yang lebih luas dalam menjalani hidup. Pendapat yang disampaikan Edi akan memecut pembaca untuk senantiasa merawat rasa kasih sayang sebagai nilai hakiki kemanusiaan.


Baca juga: Lima Level Kepemimpinan, Sudah di Level Berapa Anda?


Insight dalam kata “Amin”


Misalnya pada salah satu esai tentang Berdagang “Amin” (hlm. 96-100), Edi menjelaskan adanya fenomena kepercayaan terhadap lafal amin yang tersebar di berbagai dunia maya. Amin dianggap memiliki kekuatan untuk dapat memuluskan segala cita-cita. Seperti ingin cepat lulus kuliah, memiliki rumah bagus, pasangan yang baik, semuanya seakan dapat dicapai dengan lafal amin.


Padahal sejatinya, hidup itu harus seimbang antara ikhtiar dan tawakal. Amin yang diucapkan tidak akan tercapai bila usaha tidak maksimal, apalagi hanya diucapkan di kolom komentar media sosial. Tentu, tawakal (berserah diri kepada Allah) dengan doa dan amin perlu dibarengi dengan ikhtiar terlebih dahulu agar tidak serta-merta hanya pasrah mengharap semuanya terkabul seketika. Dalam esai ini, Edi menjabarkan bahwa sebaiknya lafal amin dilantunkan di dalam hati, dengan senantiasa dibarengi usaha maksimal mengejar apa yang diinginkan agar dapat tercapai sesuai kehendak diri.


Insight kata amin di atas hanya salah satu contoh saja dari puluhan esai menarik yang ditulis oleh Edi. Berbagai tulisan lain juga tentunya memuat tema-tema agama dan umum yang banyak terjadi secara lumrah di masyarakat. Pendapat yang ia sampaikan dapat menyentuh perasaan pembaca sehingga berpikir ulang untuk melakukan sesuatu agar tidak salah langkah.


Sumber: Renungan-Renungan Kemanusiaan

No comments:

Post a Comment