Resensi Buku Dunia Shopie; Pesona Filsafat - Kuresensi.xyz

Bikin Hosting di Sini

Email Hosting

July 25, 2022

Resensi Buku Dunia Shopie; Pesona Filsafat

 


Dunia Shopie – Jostein Gaarder

(Resensi oleh Firman Hardianto)

 


Filsafat banyak dianggap sebagai hal yang tabu dan tidak bisa dipelajari oleh sembarang orang. Filsafat dianggap bisa menyesatkan jika dipelajari tanpa dasar yang kuat. Padahal, filsafat merupakan metode dasar dalam mengungkap sesuatu. Melalui filsafat, setiap orang bisa menjadi lebih kritis dan mempertanyakan banyak hal. Sikap krisis seperti anak-anak yang ingin tahu segalanya, mempertanyakan apapun yang baru dia lihat, dia rasakan, dia dengar, dan segala sesuatu yang bisa dirasakan dengan indra. Bahkan hingga hal-hal bersifat metafisika yang tidak bisa secara langsung dirasakan indra.


Pentingnya filsafat sebagaimana diungkap oleh pemikir Rocky Gerung dalam sebuah acara debat. Rocky menyatakan bahwa pada dasarnya filsafat harus diajarkan sejak manusia menginjak fase anak-anak. Parameternya kesuksesannya adalah anak-anak menjadi kritis dan mampu diskusi secara seimbang dan bahkan hingga berbantah-bantahan dengan wakil rakyat.


Seorang Guru Besar Filsafat yang juga mengajar di Institut Teknologi Bandung (ITB) menjelaskan bahwa filsafat adalah sistematisasi pengalaman bernalar dan kecenderungan ingin tahu, yang telah dimiliki sejak masa kanak-kanak. Dalam sejarahnya, filsafat menjadi suatu metode dasar untuk mengungkap sesuatu hal melalui pemikiran abstrak, analogi, silogisme, deduksi induksi, dan seterusnya.


Baca juga: Aoashi; Menjawab Kerinduan Anime Sepak Bola


Gagasan Filsafat


Karena filsafat dianggap tabu, maka khalayak pun menganggap bahwa filsafat sulit dipelajari. Anggapan tersebut mengamini agar filsafat menjadi hal yang sulit dikuasai oleh masyarakat. Pemikiran yang meluas tersebut membuat banyak orang meninggalkan filsafat dan filsafat menjadi benar-benar sulit dipelajari. Namun penulis asal Oslo, Norwegia yakni Jostein Gaarder membawa kembali sebuah gagasan filsafat yang mudah dipelajari melalui kisah fiktif. Kisah yang ia tulis tertuang dalam novel Dunia Shopie.


Seperti yang tertera dalam judulnya, Jostein Gaarder menceritakan perjalanan seorang gadis kecil bernama Shopie Amundsend yang tergila-gila mempelajari filsafat. Bagi Shopie, filsafat mempesona bagai harta karun yang harus terus digali untuk memperoleh kilaunya. Filsafat mampu menjaga pemikiran si gadis kecil Shopie agar terus senantiasa berpikir skeptis dan menanyakan banyak hal yang tidak sepaham dengan apa yang dipikirkan Shopie.


Jika anda ingin mempelajari filsafat mulai dari dasar sejarahnya, novel ini menjadi pilihan yang baik untuk awal pembelajaran. Pasalnya meski disajikan secara fiktif, namun sejarah yang disampaikan merupakan sejarah nyata pada perkembangan filsafat di dunia. Mulai dari cerita filosof alam hingga penjelasan teori big bang yang terkenal sebagai teori permulaan kehidupan.


Tentu anda tidak terlalu merasakan membaca sebuah bacaan berat seberat buku-buku nonfiksi. Daya imajinasi anda akan turut berperan serta dalam memahami setiap bahasan yang dibawa dengan gaya cerita fiksi. Setidaknya saya cukup yakin jika anda telah membaca novel ini sampai selesai, pemikiran anda mengenai sulitnya filsafat akan semakin tereduksi. Bahwa pada dasarnya gaya pikir filsafat sudah melekat pada manusia sejak lahir. Kita hanya perlu mengulas kembali melalui sejarah filsafat yang dikisahkan oleh Gaarder.


Baca juga: KKN di Desa Penari; Pembelajaran Menghormati Budaya


Detail buku


Kisah yang tersaji secara baik melalui petualangan Shopie Amundsend ini, dalam versi Bahasa Indonesia diterbitkan oleh Penerbit Mizan dan cetakan pertamanya pada Februari 2008. Pada versi yang paling baru, covernya ditampilkan dengan seorang gadis yang terlihat punggungnya, membawa payung dan tengah berada di antara bangunan serta kondisi malam berkabut. Sensasi yang tersaji dari covernya menandakan bahwa novel ini sangat kaya akan petualangan, imajinasi dan teka-teki.


Tetapi kesabaran anda dalam membaca akan sangat diuji karena ketebalan bukunya mencapai hampir 800 halaman. Meski begitu, ada beberapa ilustrasi gambar yang mendukung sehingga anda tidak hanya melihat full tulisan di dalam novel. Proses imajinasi dalam pikiran anda akan semakin berkembang ketika dihadapkan pada gambar dan cerita yang tersaji bersama-sama. Pada intinya novel ini dapat membantu anda mengembangkan pengetahuan filsafat dan karakter berpikir secara filosofis. Wallahu’alam.

No comments:

Post a Comment