Tate No Yuusha; Memenuhi Peran Sebagai Pahlawan - Kuresensi.xyz

June 26, 2022

Tate No Yuusha; Memenuhi Peran Sebagai Pahlawan


 

Tate no Yuusha no Nariagari

(Resensi oleh Firman Hardianto)


Hidup dalam dunia nyata dan melakukan rutinitas yang sama setiap harinya pasti membosankan bagi siapapun. Jangankan bagi manusia, sepetak tanah yang hanya ditanami satu varietas tanaman yang sama pun akan merasa bosan dan semakin lama akan semakin berkurang kesuburannya. Kisah yang berbeda diceritakan dalam sebuah anime Tate no Yuusha no Nariagari (aka: Bangkitnya Sang Pahlawan Perisai). Seorang mahasiswa otaku semester 4 di Jepang, Iwatani Naofumi yang pada mulanya menjalani kehidupan sebagai otaku biasa, tidak bekerja paruh waktu, dan hidup nyaman tanpa melakukan banyak aktivitas yang berbeda.


Suatu hari ketika Naofumi pergi ke perpustakaan kota untuk membaca Light Novel tanpa sengaja dia menjatuhkan beberapa buku di lemari perpustakaan dan menemukan buku Legenda Empat Senjata Pahlawan. Buku berwarna merah kusam dengan aroma misterius itu mengundang rasa penasaran Naofumi untuk segera membukanya. Naofumi mulai membaca halaman pertama dari buku tersebut, membuka halaman selanjutnya, dan selanjutnya, dan seterusnya. Ketika sedang asyik membaca, tiba-tiba Naofumi menemukan halaman kosong di buku itu.


Naofumi mulai bertanya, ada apa ini? Ia membuka halaman seterusnya tetapi semuanya kosong. Buku itu tiba-tiba mulai mengeluarkan cahaya. Cahaya itu semakin besar dan Naofumi mulai sadar dirinya jatuh melalui cahaya yang muncul dari buku. Naofumi telah berpindah tempat, memakai perisai di tangannya dan di sekitarnya ada tiga orang yang terlihat seperti tiga pahlawan lain dari buku yang sebelumnya dibaca. Selain itu, ada orang-orang di depannya yang kemudian mulai berbicara, tuan pahlawan selamatkanlah kami!


Baca juga: Shaman King; Pertarungan Para Shaman Memperebutkan Gelar Raja


Awal Kemunculan Mereka


Mereka berempat telah memegang masing-masing senjata vassal, perisai, tombak, pedang, dan panah. Di depannya telah ada beberapa orang yang terlihat memakai jubah kuno dan mengatakan, wahai pahlawan selamatkanlah dunia ini! Dunia tengah berada di ujung tanduk. Kami telah melakukan ritual pemanggilan pahlawan legendaris. Naofumi bertanya di dalam hati, berarti kami berempat merupakan pahlawan legendaris ya?


Tiga pemegang senjata tombak, pedang, dan panah mulai menggerutu. Bisakah kalian mengembalikan kami? Apa kalian sama sekali tidak merasa bersalah setelah memanggil kami dengan paksa? Bisakah kalian menghargai keinginan kami? Kalau kalian bertindak bodoh, kami bisa menjadi musuh. Mereka saling menggerutu dengan mengacungkan senjata mereka ke hadapan orang-orang berpakaian kuno itu. Kemudian salah satu dari mereka mengatakan, kami ingin anda mendengar penjelasan dari Raja Merlomark. Setelahnya mereka semua mulai keluar dari ruangan pemanggilan pahlawan itu yang terlihat sangat berbeda dari Jepang. Naofumi mulai terkesan dengan keadaan di sekitar dan merasa pengetahuannya tidak sedalam pahlawan yang dipanggil lainnya.


Mereka berempat telah berada di depan Raja Merlomark dan Raja meminta para pahlawan untuk memperkenalkan diri. Amaki Ren, pemegang senjata pedang; Kitamura Motoyasu, pemegang senjata tombak; Kawasumi Itsuki, pemegang senjata panah; dan sepertinya Raja terlihat tidak menyukai Naofumi si pemegang senjata perisai.


Baca juga : Di Bawah Lindungan Ka’bah; Antara Cinta dan Ujian


Pahlawan Perisai Dikucilkan


Raja seperti tak menganggap penjelasan Naofumi dan tentunya membuat Naofumi merasa kesal, Raja Merlomark langsung menjelaskan bahwa Merlomark tengah dalam situasi genting. Dunia yang memanggil mereka meramalkan akan hancur. Ramalan yang mereka percayai, dunia itu akan hancur melalui gelombang serangan yang membawa malapetaka. Gelombang itu datang berkali-kali dan tidak bisa dihentikan sehingga dunia akan hancur. Mereka berempat dipanggil melalui ritual untuk melawan gelombang malapetaka dan memenuhi peran sebagai pahlawan legendaris.


Namun, sebenarnya peraturan dalam dunia itu adalah setiap kerajaan hanya boleh memanggil satu dari keempat pahlawan legendaris. Tetapi Kerajaan Merlomark melanggar hal itu dan memanggil keempat pahlawan sekaligus. Meski begitu, para pahlawan dipanggil tidak langsung memiliki kemampuan yang hebat. Seperti dalam dunia game, mereka harus meningkatkan level mereka masing-masing.


Ketika sedang meningkatkan level kekuatan mereka, Naofumi ditipu oleh Mey, putri dari Raja Merlomark. Naofumi dituduh melakukan pemerkosaan kepada Mey. Semua harta Naofumi diambil, dan Naofumi pergi seorang diri. Apa yang akan terjadi dengan keempat pahlawan tersebut? Bisakah mereka memenuhi peran sebagai para pahlawan? Dan bagaimana Naofumi akan menjalani kehidupan sebagai pahlawan perisai yang dari awal telah diperlakukan berbeda? Anda dapat menyaksikan kelanjutannya dalam anime Tate no Yuusha no Nariagari.

No comments:

Post a Comment